Dipanen bukan oleh tangan manusia yang membuat kopi ini unik, musang yang punya cakar tajam dan berkeliaran di hutan dengan penciuman yang tajam suka memakan buah kopi selagi matang. Mereka bergerak di waktu malam, memajat pohon kopi baik Arabika maupun Robusta, mencium kopi yang paling merah paling manis dan paling enak, setelah menbuang kulitnya, musang menelan buah kopinya secara utuh, dalam perut musang dengan carian enzim mengasah biji kopi yang terasa pahit, sepat dan penuh kafein yg bisa bikin pusing menjadi kopi legendaries dunia.
Pakar makanan Kanada, Massimo Marcone pernah mengangap Kopi Luwak adalah legenda masyarakat belaka, dan melakukan test laboratorium dan menemukan bukti bahwa sistem pencernaan musang mengurangi kadar kafein pada kopi yang dimana menjelaskan bahwa kopi Luwak tidak sekeras kopi pada umumya, dan enzim musang mencerna protein penyebab pahitnya kopi.
Marcone adalah salah satu ahli yang terkenal oleh dunia dibidang makanan, datang ke Indonesia masuk ke hutan tropis Sumatra, dia menggumpulkan kisaran 5 kg tongkolan kopi luwak utuh yang terbentuk dari biji-biji kopi. Dengan menggunakan “standar emas” untuk menganalisa kopi luwak dalam lab di Universitas Guelph di Ontario. Seperti ahli forensik membaca tanda bekas peluru, Marcone menatap kopi luwak di bawah mikroskop elektron, mencari tanda khusus dari kotoran kopi luwak. Penelitian menyimpulkan bahwa peminum kopi luwak perlu berhati hati dengan kopi yang diminum supaya tidak tertipu, karena sulit untuk menbuktikan keaslian secara visual.
Kopi Luwak asli beraroma floral, vanilla, coklat, tidak pakit, tidak sepat, after taste yang kompleks dan mantap sehingga terasa sampai ke kerongkongan, tetap enak walau sudah dibiarkan dingin.
Kopi terbaik didunia seperti Jamaica Blue Mountain, bisa punya ranking lebih tinggi dari nilai cupping test resmi bila dinilai dari segi aroma dan rasa, tetapi tidak se eksotis seperti Kopi Luwak.
Hingga kini, satu satunya sumber utuh dan asli kopi Luwak adalah dari Asia Tenggara, dan kebanyakan dari perkebunan kopi di pedalam Sumatra, yang punya kapasitas produksi terbatas karena nafsu makannya dan kapasitas pencernaan serta populasi Luwak yang terus berkurang.
MAHARAJA Coffee, meneliti kopi luwak sejak tahun 2006 selama lebih dari dua tahun, menggumpulkan spesis kopi luwak yang berbeda seperti Arabika, Robusta, Arabusta dll, dari perkebuan kopi di seluruh Indonesia yang menghasilkan kopi luwak, mulai dari dari Aceh Sumatra, Jawa, NTB dan NTT, Menyimpulkan bahwa tidak semua kopi hasil pencernaan Luwak memenuhi syarat sebagai “kopi Luwak” dan enak diminum, hanya kopi Luwak yang punya kriteria tertentu yang layak di sebut sebagai Kopi Luwak dengan segala citarasanya.
Dengan cupping test, hanya kopi terbaik dan memenuhi syarat yang kami pasarkan, semua kopi Luwak dari kami diolah secara manual dengan tangan, biji kopi dikeluarkan dari cankangnya secara hati-hati, hanya biji kopi terbaik yang diambil, pembersihan, pemilihan, pengerigan dengan sinar matahari, disangrai secara professional oleh ahli, dengan mesin modern untuk menghasilkan kualitas terbaik kopi legenda dunia. Cobalah!, Secangkir Kopi Luwak akan menjelaskan segalanya. Info lengkap klik MAHARAJA COFFEE atau email ke kopiraja@gmail.com
0 komentar:
Poskan Komentar